Berita
Iran VS Israel
1. Iran & Israel itu Pernah Bersahabat, Bahkan Tewasnya Pimpinan Hamas itu tewas di Iran.. dan Iran Mengatakan telah menghukum pengkhianat yang membocorkan posisi pimpinan Hamas.
2. kemudian USA lakukan penyerangan pada beberapa titik lokasi penyimpanan senjata dan lokasi strategis dari Iran, tetapi tidak memberi efek apapun pada Iran.
3. Kemudian terjadi saling serang antara Iran dan Israel dan berakhir dengan gencatan senjata.
Pada Awal Tahun 2026
1. Pertemuan Utusan Iran dan USA diskusi sampai 3 kali dan terakhir di swiss agar Iran sebagai negara yang mengelola dan menyimpan Nuklir harus tunduk pada USA, Iran Menolak... dan akhirnya tanggal 28 Februari 2026 telah dilakukan serangan pendahuluan oleh Israel dan kemudian dilakukan balasan oleh Iran.
2. Perang itu jadi ajang bisnis dan juga ajang kekuatan Ekonomi bukan hanya kekuatan militer, contoh 1 Rudal Balistik Iran butuh Biaya 20-30 Juta US sedangkan untuk mencegah Rudal dari Iran dibutuhkan Biaya 300 Juta US, kira kira bakal bertahan kan Israel & USA.
3. Iran memiliki dukungan RRC dan Rusia, sejak 4 bulan terakhir RRC rajin mengirimkan persenjataan ke Iran.. RRC punya kepentingan Bisnis untuk menjatuhkan hegemoni perang perekonomian yang telah ditabuh oleh USA kepada RRC.
Posisi Indonesia dalam posisi aman : karena semua SDA di Indonesia pada faktanya sudah dikuasai oleh Negara Asing dan Corporate Asingnya, (China, Prancis, USA, Israel, Inggris, Negara Timur Tengah,) jadikan gak akan ada yang mengganggu menyerang Indonesia,, bukan karena Indonesia ditakuti krn Hegemoni Ekonomi atau karena adanya efek deteren dari Militer Indonesia, tapi karena SDA dan segala Resources nya sudah dikuasai jadi gak perlu diperangi..
lagian memang Indonesia Ekonomi nya belum menjadi Produsen yang menghegemoni tetapi hanya jadi Hegemoni yang konsumtif, kemudian kekuatan alutsista militernya yang sudah dipetakan,, ingat gak dalam sebuah RDP di DPR RI KASAL menyampaikan keluhan anggaran kurang dan TNI AL Punya Hutang ke Pertamina untuk bahan bakar menggerakkan dan memanasi engine dari Kapal Perang..
Bisakah Indonesia Mengambil Peran dalam Konflik Ini ?
Penulis : Bambang Indra Gunawan, SH, M.Hum
2. kemudian USA lakukan penyerangan pada beberapa titik lokasi penyimpanan senjata dan lokasi strategis dari Iran, tetapi tidak memberi efek apapun pada Iran.
3. Kemudian terjadi saling serang antara Iran dan Israel dan berakhir dengan gencatan senjata.
Pada Awal Tahun 2026
1. Pertemuan Utusan Iran dan USA diskusi sampai 3 kali dan terakhir di swiss agar Iran sebagai negara yang mengelola dan menyimpan Nuklir harus tunduk pada USA, Iran Menolak... dan akhirnya tanggal 28 Februari 2026 telah dilakukan serangan pendahuluan oleh Israel dan kemudian dilakukan balasan oleh Iran.
2. Perang itu jadi ajang bisnis dan juga ajang kekuatan Ekonomi bukan hanya kekuatan militer, contoh 1 Rudal Balistik Iran butuh Biaya 20-30 Juta US sedangkan untuk mencegah Rudal dari Iran dibutuhkan Biaya 300 Juta US, kira kira bakal bertahan kan Israel & USA.
3. Iran memiliki dukungan RRC dan Rusia, sejak 4 bulan terakhir RRC rajin mengirimkan persenjataan ke Iran.. RRC punya kepentingan Bisnis untuk menjatuhkan hegemoni perang perekonomian yang telah ditabuh oleh USA kepada RRC.
Posisi Indonesia dalam posisi aman : karena semua SDA di Indonesia pada faktanya sudah dikuasai oleh Negara Asing dan Corporate Asingnya, (China, Prancis, USA, Israel, Inggris, Negara Timur Tengah,) jadikan gak akan ada yang mengganggu menyerang Indonesia,, bukan karena Indonesia ditakuti krn Hegemoni Ekonomi atau karena adanya efek deteren dari Militer Indonesia, tapi karena SDA dan segala Resources nya sudah dikuasai jadi gak perlu diperangi..
lagian memang Indonesia Ekonomi nya belum menjadi Produsen yang menghegemoni tetapi hanya jadi Hegemoni yang konsumtif, kemudian kekuatan alutsista militernya yang sudah dipetakan,, ingat gak dalam sebuah RDP di DPR RI KASAL menyampaikan keluhan anggaran kurang dan TNI AL Punya Hutang ke Pertamina untuk bahan bakar menggerakkan dan memanasi engine dari Kapal Perang..
Bisakah Indonesia Mengambil Peran dalam Konflik Ini ?
Penulis : Bambang Indra Gunawan, SH, M.Hum